Peluncuran Antologi Puisi 12 Penyair Muda Gorontalo, Dihadiri Jokpin

Sampul buku antologi puisi “Kilau Merah Mata”. (DG/Defri Hamid)

DeGorontalo – Sebanyak 12 orang penyair muda Gorontalo, baru-baru ini menerbitkan sebuah buku antologi puisi. Buku yang berjudul Kilau Merah Mata ini diterbitkan Kantor Bahasa Gorontalo sejak 2016, namun baru diluncurkan tahun ini, Selasa malam (5/9).

Disampaikan Jamil Massa penyair Gorontalo, acara peluncuran menjadi istimewa sebab dirangkaikan dengan Bincang Sastra dan Diskusi Buku bersama sastrawan terkenal, Joko Pinurbo.

“Buku ini adalah hasil dari 12 kali pertemuan, Juni sampai September, pada Kelas Menulis yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Gorontalo tahun kemarin. Awalnya yang mengikuti kelas ini ada 40 orang, lalu berkurang, tersisa 12 orang, yakni Alwin Bobihu, Alivia Nadatul Aisyi, Arief Rahmat Nento, Arifin T. Badu, Dahlia Badaru, Larasati Djafar, Martina D. Pago, Nurawin Ity, Sopyan Daulat, Vadly Mahmud, Weni Agustianingsih, dan Yulin Kamumu,” jelasnya.

Ditambahkan, setiap penyair menyumbangkan paling banyak 10 dan paling sedikit 5 puisi dalam antologi ini, semuanya ada 90 naskah. Danau Limboto menghiasi hampir kebanyakan puisi para penyair muda ini. Ini karena mereka pada masa kelas berlangsung, kata Jamil, pada tahap memecah tema dan mengolah inspirasi, mereka berkunjung ke Danau Limboto ditemani salah satu organisasi lingkungan hidup, Burung Indonesia.

Dalam pengantarnya, Jamil, yang juga sebagai Pemandu Kelas, editor dan kurator buku itu, mengatakan dari setiap penyair penulis buku ini memiliki ideologi dan visi yang berbeda. Namun dia pun mengakui bahwa dari segi teknik perpuisian, nyaris belum ada sesuatu yang baru dari puisi-puisi itu.

“Sebenarnya tidak perlu workshop jika tradisi baca dan kritik karya bisa terjaga, dengan cara itu saya yakin mereka bisa menghasilkan antologi puisi lainnya.”

Di tempat yang sama, Joko Pinurbo mengatakan dengan adanya buku antologi puisi tersebut, menegaskan ternyata banyak penyair-penyair muda Gorontalo yang berbakat. Dia mencontohkan, walaupun kebanyakan puisi-puisi yang bertemakan sama, yakni Danau Limboto, tapi dari penyair satu dengan yang lain mempunyai perspektif yang berbeda.

Foto bersama penulis buku Kilau Merah Mata, Jamil Massa, Joko Pinurbo, dan Sukardi Gau (Kepala Kantor Bahasa Gorontalo). (DG/Defri Hamid)

Dia pun memiliki keyakinan bahwa sebagaimana Makassar, daerah-daerah Indonesia bagian Timur lainnya akan mempunyai penyair-penyair terkenal. Juga masalah mutu dia mengaku Gorontalo dan daerah-daerah luar Jawa juga sama baiknya dengan yang ada di Jawa. Hanya masalahnya masih terkendala pada akses akan informasi dan karya-karya dari berbagai daerah.

“Kalau saya lihat kan karya-karya ini tidak kalah bagus dengan teman-teman di Yogyakarta, Jakarta, cuma kan tidak terbaca. Tidak terbaca secara luas,” kata Joko.

Diskusi malam itu dihadiri oleh berbagai komunitas pegiat kesenian. Dalam diskusi mereka membahas langkah apa yang akan mereka lakukan setelahnya.

Banimal, salah satu yang hadir pada malam itu mengatakan terkejut ternyata banyak juga pemuda-pemudi di Gorontalo yang berpotensi di dunia sastra. Dia menceritakan pada saat dia pertama kali datang ke Gorontalo sangat sedikit pegiat sastra yang ditemuinya. Lalu dia mengusulkan agar diskusi sastra seperti ini jangan hanya setahun sekali.

“Setahun sekali itu rugi,” katanya.

Handoko salah satu staf Kantor Bahasa, menuturkan kondisi di lembaganya masih sulit untuk menampung semua saran itu. Dia meminta demi menjaga antusias, peminat sastra di Gorontalo ikut membantu dengan cara membuat perkumpulan dan kegiatan-kegiatan seperti ini.

Joko Pinurbo atau yang akrab disapa Jokpin ini lantas memberi saran serupa, jangan hanya membebankan semuanya ke kantor bahasa atau pemerintah. Tetapi juga ada yang harus diurus oleh pemerintah, yakni masalah akses atau infrastruktur.

“Karena itu di luar kemampuan para sastrawan. Jadi bukan hanya persoalan Gorontalo (tapi persoalan negara).”

 

DEFRI HAMID

Defri Hamid
Masih mahasiswa, ingin cepat wisuda biar bisa jadi wartawan.
http://defryhamid.blogspot.com

Leave a Reply

2 × 2 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top