You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Perbedaan Berhitung dan Menyatakan Jumlah dalam Bahasa Gorontalo

Perbedaan Berhitung dan Menyatakan Jumlah dalam Bahasa Gorontalo

Ilustrasi (Degorontalo)
Ilustrasi (Degorontalo)

 

Degorontalo- Matematika adalah ilmu universal, berlaku buat semua suku bangsa. Pada bahasa Gorontalo,    ada perbedaan antara menghitung dan menyatakan  jumlah.  Hal ini berbeda dengan bahasa Indonesia yang  menggunakan kata  satu sampai sepuluh saat berhitung, menyatakan jumlahpun tetap dinyatakan dengan satu sampai sepuluh.

Namun dalam bahasa Gorontalo, untuk menghitung dipergunakan kata ‘oyinta’ (satu), ‘oluwo’ (dua), ‘otolu’ (tiga), ‘opato’ (empat), ‘olimo’ (lima), ‘olomo’ (enam), ‘opitu’ (tujuh), ‘owalu’ (delapan), ‘otiyo’ (sembilan), ‘opulu’ (sepuluh).

Untuk menyatakan jumlah,  digunakan kata ‘tuwawu’ atau ‘tuwewu’ (satu), ‘duluwo’ (dua), ‘totolu’ (tiga), ‘wopato’ (empat), ‘limo’ (lima), ‘wolomo’ (enam), ‘pitu’ (tujuh), ‘walu’ (delapan), ‘tiyo’ (sembilan), ‘mopulu’ (sepuluh), ‘mohetuto’ (seratus), ‘ngolihu’ (seribu).

 

Baca Juga :

 

Pada saat kita menghitung atau menyebut sesuatu jumlah, harus diperhatikan kelompok kelompok bilangan itu. Antara kelompok satuan dan puluhan harus kita sisipkan kata ‘wawu’. Contoh bilangan 15, kita sebut : mopulu wawu limo.

Contoh lain misalnya bilangan 8789, antara tiap kelompok kita sisipkan morfem ‘wawu’ dan antara bilangan dan kelipatan kita sisipkan morfem lo, jadi bilangan 8789 dalam bahasa Gorontalo dibaca : walu lo lihu wawu pitu lo hetuto wawu walu lo pulu wawu tiyo, dengan catatan bahwa bilangan yang disisipi morfem ‘lo’ diantara bilangan dan kelipatannya hanya 5, 7, 8 dan 9.

 

Sumber. Kamus Gorontalo-Indonesia, Mansoer Pateda

 

WAWAN AKUBA

(Visited 1,440 times, 20 visits today)
wawan akuba
Mahasiswa dan pecinta, seorang yang telah mencoba melibas semak belukar rinjani tapi tetap tunduk pada keindahannya.
http://wawannakuba.blogspot.com

Leave a Reply

4 + thirteen =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top