You are here
Home > Lingkungan > Agraria > Perempuan Gorontalo Ini Dinobatkan Maize Super Woman Internasional

Perempuan Gorontalo Ini Dinobatkan Maize Super Woman Internasional

DEGORONTALO – Anie Annisa alias Asriani Hassan (37) benar –benar tak menyangka jika namanya tercantum dalam daftar salah satu perempuan super di dunia yang dianggap berkontribusi terhadap pengembangan jagung lokal Gorontalo.

Baru –baru ini, the International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT) – Sebuah lembaga internasional yang berfokus pada pengembangan Jagung dan Gandum – yang berbasis di Meksiko, mencatat namanya di antara 17 perempuan super dari berbagai belahan dunia.

Melalui rilisnya pada 2 Maret 2015, pihak CIMMYT menjelaskan penghargaan tahunan itu merupakan bagian dari perayaan hari perempuan internasional pada delapan maret Mendatang.

Nama Anie sejajar dengan perempuan super lainnya dari Inggris, Kanada, Guatemala, India, Kenya, Meksiko. Dia juga bersanding dengan Barbara McClintock seorang ahli genetika dari Amerika Serikat yang pernah meraih nobel pada 1983 silam. Yang tak kalah membanggakan, Anie merupakan satu –satunya perempuan dari Indonesia. (BACA: Daftar Perempuan Super CIMMYT)

Penghargaan ini diberikan kepada perempuan inspiratif yang dinilai turut berkontribusi pada pengembangan jagung dan gandum itu. Lembaga internasional itu sebelumnya meminta komunitas sosial media di seluruh dunia untuk mengirimkan kisah inspiratif mengenai perempuan super yang hendak dinominasikan.

Perempuan super yang dimaksud adalah mereka yang telah membuat terobosan di sektor jagung dan gandum, termasuk perempuan yang terlibat dalam pertanian konservasi, sumber daya genetik, penelitian, teknologi dan hal yang terkait sosial-ekonomi.

Nama Anie disodorkan oleh Amanda Katili Niode, tokoh perempuan Gorontalo, aktivis lingkungan yang belakangan gencar mempromosikan kuliner lokal Gorontalo.

Dalam rekomendasi yang dikirimkan Amanda kepada pihak CIMMYT diceritakan, Anie, yang sehari-harinya bertugas sebagai Kepala Sub Bidang Diseminasi dan Informasi pada Badan Ketahanan Pangan dan Pusat Informasi Jagung (BKPPIJ) Provinsi Gorontalo adalah sosok yang dikenalnya tidak hanya suka berdiam di belakang meja kerjanya. (BACA: Cerita Tentang   Anie dan Jagung Gorontalo)

Anie gencar mengkampanyekan kepada petani setempat, agar menanam kembali empat jenis jagung lokal Gorontalo yang nyaris punah, yakni momala, motorokiki, bonia/badia dan pulut (binthe pulo). Keempat jagung itu adalah varietas yang lebih unggul, namun kini kalah pamor dengan bibit jagung hasil rekayasa genetika yang belakangan menjamur di Gorontalo.

Anie juga kerap mengkampanyekan segala hal yang berbau “jagung “ pada akun facebook miliknya, Anie Annisa . “Hari ini jagung saling jatuh cinta :)). Love maize ,” cuit Ani suatu hari saat mengunggah sebuah foto dua tongkol jagung.

Dia juga kerap memposting aktivitasnya saat bekerja, terutama yang terkait dengan pengembangan jagung, khususnya jagung lokal Gorontalo. Saking seringnya dia mengkampanyekan jagung di akun pribadinya itu, salah seorang rekannya di dunia maya berkomentar “Ini kok isine jagung melulu hehehehe”

“Ya iyalah… nyari rejekine dari informasi jagung, harus berisi jagung, moso duren” jawab Anie..

 

SYAM TERRAJANA

Baca juga:

Binde Kiki, Si Kecil yang Terlupakan

Mentan Targetkan Produksi Jagung Gorontalo 1 Juta Ton, Bisakah?

Pestisida, Mimpi Buruk Kedaulatan Pangan di Gorontalo

Srluuuup! Es Krim Jagung, Mau?

Binde Biluhuta dan Pertengkaran Raja-raja di Gorontalo

Sahib, Binte Biluhuta Ternyata Sudah Keliling Dunia Uti Aa..

(Visited 177 times, 1 visits today)
Syam Terrajana
Lahir dan tinggal di Gorontalo setelah berkelana di berbagai kota. Membagi waktunya untuk menulis, membaca,melukis dan bepergian. Sesekali menyanyi jika suara sedang bagus. Dapat dihubungi di syam.terrajana2@gmail.com.

Leave a Reply

four × 3 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top