You are here
Home > Bumi Manusia > Pernyataan Sikap Koalisi Pembela Keberagaman: Rektor UNG, Hentikan Diskriminasi Terhadap Mahasiswa LGBT

Pernyataan Sikap Koalisi Pembela Keberagaman: Rektor UNG, Hentikan Diskriminasi Terhadap Mahasiswa LGBT

 

gambar ilustrasi
gambar ilustrasi

 

DeGorontalo – Gorontalo, 4 November 2016, Koalisi Pembela Keberagaman, gabungan sekitar 17 organisasi mengeluarkan pernyataan bersama, mengecam tindakan rektor Unversitas Negeri Gorontalo (UNG), Syamsu Qamar Badu, yang sebelumnya akan mendata mahasiswa LGBT dan akan membinanya untuk “kembali ke kodratnya”.

Berikut kutipan lengkapnya…

Sikap diskriminatif terhadap kalangan Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender (LGBT) kembali terjadi. Kali ini terjadi di lingkungan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Rektor UNG, Syamsu Qamar Badu, baru-baru ini menyatakan melalui media massa, akan membentuk tim khusus untuk mengidentifikasi mahasiswa LGBT di seluruh fakultas dan program studi di kampus itu.

Tim khusus ini katanya akan melibatkan psikolog dan pusat studi terkait untuk mengidentifikasi sekaligus nantinya membina para mahasiswa LGBT agar bisa kembali pada apa yang disebutnya “kodratnya”.

Menurutnya, tim ini juga bertujuan untuk pencegahan dini menyebarnya LGBT di lingkungan perguruan tinggi. Rektor bahkan mengancam akan mencabut beasiswa bagi mahasiswa LGBT, jika tidak mau kembali ke kodratnya.

Kebijakan di atas jelas sangat diskriminatif terhadap mahasiswa LGBT UNG, dan hanya didasarkan pada kebencian semata. Terlebih lagi, ini juga melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) warga negara Indonesia untuk mendapatkan pendidikan sebagaimana diatur dalam undang-undang tertinggi negara ini, UUD 1945.

Peraturan ini, juga menafikan kenyataan bahwa LGBT telah sejak lama tidak lagi dikategorikan sebagai bentuk gangguan jiwa. Dalam acuan diagnostik para ahli psikiatri di seluruh dunia, yakni Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM) III tahun 1973, dinyatakan homoseksual juga tidak lagi dikategorikan sebagai gangguan jiwa.

Bahkan Asosiasi Psikiatri Amerika Serikat (APA) menyatakan telah menyurati Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), guna mendorong perhimpunan tersebut untuk mempertimbangkan ulang kebijakan bahwa homoseksualitas masuk dalam kategori masalah kejiwaan.

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon, juga menyatakan bahwa Hak LGBT adalah Hak Asasi Manusia.

Terlepas dari perdebatan pro dan kontra tentang LGBT di Indonesia, tidak lantas bisa membuat institusi pendidikan seperti UNG, semena-mena melakukan tindakan diskriminatif terhadap mahasiswa LGBT.

Untuk itu, kami yang tergabung dalam Koalisi Pembela Keberagaman menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Menghentikan tindak-tindak diskriminasi dan ketidakadilan berdasarkan orientasi seksual, identitas gender dan ekspresi gender (SOGIE), dalam bentuk apapun yang dilakukan oleh Universitas Negri Gorontalo.

2. Mengakui secara resmi bahwa orang-orang dengan SOGIE (Sexual Orientation Gender Identity) yang beragam, sebagai Mahasiswa Universitas Negri Gorontalo.

3. Menjamin hak untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat bagi setiap mahasiswa Universitas Negri Gorontalo dengan memastikan agar tidak ada diskriminasi dalam proses tersebut.

4. Mencabut pernyataan dan kebijakan diskriminatif terhadap mahasiswa LGBT yang dapat mengganggu proses pembelajaran dan akses mendapatkan pendidikan.

5. Menjamin tersedianya perlindungan sosial dan pendidikan non diskriminatif dan setara bagi orang-orang dengan orientasi seksual, identitas gender dan ekspresi gender yang beragam.

6. Semua mahasiswa harus mendapat kesempatan dan kesetaraan yang sama dalam memperoleh pendidikan untuk mengembangkan potensi diri.

KOALISI PEMBELA KEBERAGAMAN
1. Suara Kita
2. Arus Pelangi
3. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Gorontalo
4. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Manado
5. Forum Berdikari Tomohon (FOBERTO)
6. Gamacca
7. GWL Kawanua Sulut
8. KDS Smile Plus
9. Kerukunan Waria Bissu Sulawesi Selatan
10. Komunitas Sehati Makassar
11. Manado Men Community
12. MALEO SULTENG
13. Sanubari Sulawesi Utara (SALUT)
14. Satu Hati Manado
15. Lapeksdam NU Kota Gorontalo
16. GusDurian Gorontalo
17. Padjadjaran Resource Center on Gender and Human Rights Studies (PadGHRS) Bandung.

Kristianto Galuwo
Sigidad. Duda berputri satu-satunya bernama Sigi. Sering sial seperti Donal Bebek, karena itu dirajahi tato Donal Bebek di lengan kanan sebagai segel anti sial. Suka sekali makan ayam bakar/goreng/santan apalagi yang dibumbui sejumput puisi. Bisa disapa di facebook: Kristianto Galuwo dan diterawang di blog Getah Semesta.
http://sigidad.blogspot.co.id/

Leave a Reply

20 − sixteen =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top