You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Polda Gorontalo Selidiki Dua Polisi Diduga terlibat Kasus Pemerkosaan Gadis Manado

Polda Gorontalo Selidiki Dua Polisi Diduga terlibat Kasus Pemerkosaan Gadis Manado

 

ilustrasi. (google)
ilustrasi. (google)

DEGORONTALO – Kepolisian daerah (Polda) Gorontalo tengah menyelidiki dugaan keterlibatan dua anggotanya pada kasus pemerkosaan STC, 19, seorang gadis asal Manado, Sulawesi Utara. Kabid Humas Polda Gorontalo, Ajun Komisaris Besar (Pol) Bagus Santoso, mengatakan saat ini tim Pengawasan internal ( Paminal) Polda setempat tengah melakukan penelusuran atas hal itu.

Pihaknya juga telah mengerahkan tim ke Sulawesi Utara untuk memastikan kronologi sebenarnya. Pasalnya, informasi mengenai dugaan pemerkosaan terhadap STC itu juga sejauh ini masih simpang siur, jumlah pelakunya disebutkan berkisar antara 14-19 orang

Menurut Bagus, dugaan keterlibatan dua angota polisi Gorontalo itu terungkap berdasarkan pengakuan korban. “Informasi sementara , dua anggota kami itu hanya terlibat sebagai pemesan hotel saja, identitas keduanya belum diketahui, karena korban mengaku tidak tahu namanya,” ujarnya kepada DeGorontalo, Senin , (9/5)

 

BACA JUGA: 

AJI: Ada Eksploitasi Kekerasan Perempuan Di Media Massa

Gorontalo Darurat Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Kenali Lima Kategori Warga Yang Berhak Mendapat Pelayanan Khusus

Perempuan Di Kabupaten Ini Dikhawatirkan Trauma Lihat Pasukan Brimob

Video Ini Penting Ditonton Anak Anda Untuk Hindari Kekerasan Seksual

 

Peristiwa pemerkosaan ini diduga terjadi di tiga tempat, yakni di Gorontalo, Bolangitan dan Manado, Sulawesi Utara dalam rentang waktu Januari- Mei 2016. Korban mengaku bahwa dia diboyong ke Gorontalo, oleh dua orang rekan perempuannya bernisial Y dan M pada Januari 2016.

Tiba di Gorontalo, STC dan dua rekan perempuannya itu kemudian dijemput oleh dua orang lelaki dan dibawa ke sebuah hotel di bilangan kota Gorontalo. Setiba di kamar hotel kelas melati itu, sudah ada empat orang lelaki lainnya yang tidak dikenal, juga sebuah alat hisap sabu.

Karena membuat kegaduhan, rombongan ini kemudian berpindah ke hotel lainnya, masih di wilayah Kota Gorontalo. Menurut Bagus, saat itu korban sudah dalam keadaan mabuk narkoba dan sedang menstruasi.

Oleh pihak keluarga korban, Kasus ini pertama kali dilaporkan ke Mapolresta Manado, Sulawesi Utara, pada 30 Januari 2016 lalu. Kasus kemudian dilimpahkan ke Mapolda Sulawesi Utara pada 16 Februari 2016. Hingga berita ini diturunkan, Bagus menegaskan jika Polda Gorontalo belum menerima pelimpahan perkara dari Polda Sulawesi Utara.

 

SYAM TERRAJANA

 

(Visited 1,434 times, 2 visits today)

Leave a Reply

eleven − two =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top