You are here
Home > Bumi Manusia > Polisi Bolaang Mongondow Tangkap Tersangka Pelecehan 10 Anak SD

Polisi Bolaang Mongondow Tangkap Tersangka Pelecehan 10 Anak SD

 

5minutesformom.com
5minutesformom.com

 

DEGORONTALO- Warga Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, digemparkan kasus serupa yang menimpa 10 siswa Sekolah Dasar (SD). Penyidik Polres Bolaang Mongondow telah menangkap Alahu Akbar Haris (AAH) alias Ris, tersangka dugaan pelecehan seksual terhadap 10 siswa SD di sebuah Madrasah Ibtidaiyah Kotamobagu.

Penahanan dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan dan permintaan keterangan dari tersangka.

Kepala Kepolisian Resort Bolaang Mongondow, Ajun Komisaris Besar (Pol) Hisar Siallagan mengatakan, penyidik terus mengembangkan terhadap dugaan pelecehan seksual tersebut. Selain memeriksa tersangka, penyidik juga mengumpulkan keterangan dari beberapa siswa yang diduga menjadi korban AAH.

Namun Hisar memastikan permintaan keterangan kepada para korban tersebut sangat hati-hati. “Penyidik sudah memeriksa tersangka dan 10 korban. Sedangkan enam siswa lainnya masih sedang kami upayakan karena ini menyangkut anak kecil,” kata Hisar sebagaimana dikutip dari situs berita kabar3.com, Sabtu (26/4).

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bolmong, Ajun Komisaris (Pol) Iverson Manossoh mengatakan pemeriksaan terhadap anak-anak tersebut dilakukan penyidik khusus.

Bahkan polisi juga akan menggandeng psikolog khusus anak dalam penanganan kasus ini. “Kami sangat hati-hati agar tidak menimbulkan trauma kepada anak-anak. Bahkan, kalau dimungkinkan kami akan meminta psikolog,” kata dia.

Kasus ini baru terungkap saat Suharjo Makalalag, Ketua Komite Sekolah dimana para korban belajar, melapor ke Polres Bolmong, Rabu (23/4) lalu, bermula dari cerita para siswa kepada orangtua. Setelah menggelar pertemuan dengan pihak sekolah, Suharjo pun melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Suharjo menyebutkan, jumlah korban pelecehan itu sebanyak 16 siswa. Jumlah ini didapat setelah pihak sekolah melakukan pengembangan dan mendapatkan tambahan korban delapan orang. “Saat pelaporan pertama, jumlah korban baru delapan orang. Kemudian ternyata bertambah menjadi 16,” ujar Suharjo kepada sejumlah wartawan, Sabtu (26/4).

Namun yang dimintai keterangan polisi baru 10 siswa, 6 orang belum. Kasus pelecehan itu dilakukan di luar jam sekolah. Pelaku melakukan aksinya saat anak-anak menunggu jemputan dari orang tuanya.

 

DEGORONTALO | KABAR3

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

one × two =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top