Puisi-puisi Sindra Djauhari

Ilustrasi lakonhidup.wordpress.com
Ilustrasi lakonhidup.wordpress.com

Kitab

buku itu gudang, sedang aku penjaga malam
waktu Kaubilang, “Buka!” Dengan gegabah kubuka
Tapi, di mana Kau?

(2011)

 

Apa Apa Cinta

sampai habis manusia cerita:
roman yang jingga
cinta, kasih
bicara tentang setia,
tentang cinta, dan cinta
dan cinta lagi.
sampai habis liur manusia:
kisah kasih
penuh cinta
bicara hati
bicara cinta, dan cinta
dan cinta lagi.
muncul tetangganya bawa semangkuk derita
hilang cintanya
lupa cintanya.

(2014)

 

Punggung

/1
punggungku menangis
dia pikir aku tak peduli
memang kemarin ia lupa kusabuni

/2
orang-orang mencibirku
si penelantar berhati batu

/3
aku terus jalan
punggungku kucupcupi

/4
jangan nangis, punggungku
kau akunya mereka yang kutinggalkan
mana mungkin kau kulupakan

(2015)

 

Bulan Tamu

malam kemarin, matahari minta dilunasi
malam ini bulan nginap di rumahku
sambil jemur baju kutanya, “Berapa utangmu?”
“Seperti kau,” jawabnya sambil menatapku, “setiap hari.”

(2015)

 

Penyair

Penyair tak boleh mengeluh
kerna susah sedih mendekat
tak lebih agar pena
terus bergerak

Penyair tak boleh menangis
kerna air mata
sudah dibai’at kepada
ujung pena

Penyair hanya boleh menyesal
untuk bercangkir-cangkir kopi
yang gagal jadi puisi

(2014)

BACA JUGA:

5 Puisi Oleh Sindra Djauhari

Kristianto Galuwo
Sigidad. Duda berputri satu-satunya bernama Sigi. Sering sial seperti Donal Bebek, karena itu dirajahi tato Donal Bebek di lengan kanan sebagai segel anti sial. Suka sekali makan ayam bakar/goreng/santan apalagi yang dibumbui sejumput puisi. Bisa disapa di facebook: Kristianto Galuwo dan diterawang di blog Getah Semesta.
http://sigidad.blogspot.co.id/

Leave a Reply

5 × one =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top