Sanksi Tegas Terhadap Pemburu Cenderawasih

Burung Cenderawasih. Foto: Tabloidjubi.com
Burung Cenderawasih. Foto: Tabloidjubi.com

DeGorontalo – Demi menjaga populasi burung endemik khas Papua, Cenderawasih, belum lama ini pemerintah Provinsi Papua menekankan ada sanksi tegas terhadap masyarakat yang kedapatan membunuh, menangkap dan menjual burung Cenderawasih serta satwa yang dilindungi lainnya.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, mengatakan perlu ada peraturan daerah (Perda) khusus yang mengatur soal perlindungan satwa yang dilindungi, dan di dalamnya terdapat sanksi tegas bagi pelaku penangkapan, penjual dan pembunuh satwa dilindungi.

“Jadi kita harus ada Perda, sebelumnya saya sudah keluarkan peraturan gubernur untuk penggunaan aksesoris atau cenderamata imitasi, bukan burung asli,” katanya belum lama ini.

Enembe menambahkan keberadaan burung Cenderawasih di Papua terancam punah, sehingga kalau setiap hari diburu dengan sengaja, maka suatu saat Cenderawasih benar-benar lenyap dan tidak akan ditemui lagi habitatnya.

“Ya, kami sudah katakan kalau setiap saat kita berburu dan mengalungkannya kepada orang-orang menggunakan bahan dari burung Cenderawasih asli, maka akan terjadi pemusnahan yang luar biasa,” katanya.

Apalagi sebelumnya, sempat beredar postingan seorang mahasiswa UNIPA di Nabire di sosial media, yang mengunggah foto-foto burung Cenderawasih, Maleo, dan lainnya. Semuanya hasil buruan, baik yang mati maupun yang hidup. Postingan yang terus dibagikan di sosial media itu menjadi viral dan mendapat kecaman dari masyarakat Papua dan netizen.

“Saya minta kepada semua orang di Papua untuk tidak membunuh burung langka tersebut. Jika melanggar akan ada sanksi tegas sesuai Perda,” kata Enembe.

 

SUMBER: Tabloidjubi.com

Kristianto Galuwo
Sigidad. Duda berputri satu-satunya bernama Sigi. Sering sial seperti Donal Bebek, karena itu dirajahi tato Donal Bebek di lengan kanan sebagai segel anti sial. Suka sekali makan ayam bakar/goreng/santan apalagi yang dibumbui sejumput puisi. Bisa disapa di facebook: Kristianto Galuwo dan diterawang di blog Getah Semesta.
http://sigidad.blogspot.co.id/

Leave a Reply

twelve + 8 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top