You are here
Home > Berita Pilihan Editor > “Saya Makan Itu Daging Yang Dorang Bilang Kena Anthrax, Alhamdulillah..”

“Saya Makan Itu Daging Yang Dorang Bilang Kena Anthrax, Alhamdulillah..”

Petugas kesehatan ternak bersama pedagang daging sapi di Pasar Sentral Kota Gorontalo, bersama-sama melakukan sterilisasi dengan menggunakan formalin dan karbol, Senin malam (20/6). (DeGorontalo/Syam Terrajana)
Petugas kesehatan ternak bersama pedagang daging sapi di Pasar Sentral Kota Gorontalo, bersama-sama melakukan sterilisasi dengan menggunakan formalin dan karbol, Senin malam (20/6). (DeGorontalo/Syam Terrajana)

DeGorontalo – Pedagang daging sapi yang berjualan di Pasar Sentral Kota Gorontalo mengeluh. Pasalnya, sudah dua bulan terakhir dagangan mereka merosot drastis. Pelanggan tetap mereka berpaling. Ketakutan karena isu Anthrax.

Beberapa hari sebelumnya, di lokasi penjualan daging itu, petugas menemukan daging sapi yang tertular virus Anthrax. Polisi kemudian menyegelnya beberapa saat. Kejadian ini bukan hanya sekali. April lalu, petugas juga menemukan hal serupa di sana.

Namun menurut pedagang cara petugas dari Dinas Peternakan itu cukup arogan: meminta dan menyita pedagang menurunkan daging sapi yang diduga terkena Anthrax itu, langsung di hadapan para pembeli.

“Bagaimanapun, ini membuat kepercayaan pembeli kepada kami merosot, seharusnya kalau mau menyita, hubungi petugas pasar dulu, “ ujar Tommy Lakoro, salah satu pedagang.

Sejak kejadian penyitaan yang dilakukan pada April dan pertengahan Juni itu, katanya, pendapatan pedagang daging setempat menurun drastis. Pedagan daging sapi pun terliit utang.

Jika pada hari normal, rata rata pedagang bisa menjual 3-4 ekor daging sapi, maka kini mereka hanya bisa menjual 1 ekor daging sapi. “ Itupun tidak habis semua, banyak pedagang yang terlilit utang gara -gara Anthrax ini,” kata dia kepada DeGorontalo.

BACA JUGA: 

Hal senada disampaikan Eman, pedagang daging sapi setempat. Bahkan pernah juga suatu hari baru baru ini, dia memakan mentah mentah daging sapi jualannya, untuk meyakinkan petugas di hadapannya,  bahwa daging sapi yang dijualnya bebas Anthrax.

“Saya ada makan mentah itu daging yang dorang bilang kena Anthrax,  Alhamdulillah, sampai sekarang saya masih sehat,” katanya.

Sementara itu, pada Senin malam ( 20/ 6) Dinas Peternakan Kota Gorontalo dibantu para pedagang bersama -sama mensterilisasi lapak dagangan mereka dengan menggunakan karbol dan formalin.

Kepala bidang Peternakan pada Dinas Peternakan setempat mengatakan , sterilisasi ini  bertujuan untuk membunuh virus Anthrax , juga untuk mengembalikan kepercayaan publik bahwa daging sapi yang dijual di Pasar Sentral Kota Gorontalo , layak dikonsumsi. Dia menegaskan, sterilisasi ini cukup aman dan tdak akan memengaruhi kualitas daging. Formalin yang digunakan akan mengering pada pagi harinya.

“Kami minta para pedagang untuk benar-benar menjaga kepercayaan, jangan lagi ada yang menjual daging yang tidak sehat, “ katanya.

Dia mengatakan, ciri -ciri sapi daging sehat yakni masih berwarna segar kemerahan dan tidak bau. Sedangkan yang tidak sehat berwarna kehitaman, berlendir dan menguarkan bau tak sedap.

Anthrax mewabahi Gorontalo sejak Maret-April lalu di desa desa sekitar Danau Limboto, Kabupaten Gorontalo. Sedikitnya 19 warga terserang gatal dengan kulit yang akhirnya melepuh setelah mengonsumsi daging terinfeksi Anthrax.

Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Gorontalo menyatakan dua kabupaten itu endemis Anthrax. Tercatat sudah lebih dari 100 ekor sapi dan kerbau yang terindikasi antraks. Sedangkan yang telah divaknisasi mencapai 8000 ekor.**

 

SYAM TERRAJANA

(Visited 225 times, 2 visits today)
Syam Terrajana
Lahir dan tinggal di Gorontalo setelah berkelana di berbagai kota. Membagi waktunya untuk menulis, membaca,melukis dan bepergian. Sesekali menyanyi jika suara sedang bagus. Dapat dihubungi di syam.terrajana2@gmail.com.

Leave a Reply

one × five =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top