You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Sejumlah Komunitas Distribusikan Bantuan ke Korban Banjir

Sejumlah Komunitas Distribusikan Bantuan ke Korban Banjir

Seorang nenek memegang nasi bungkus yang diberikan relawan Dompet Dhuafa (Foto : Wawan Akuba)
Para korban banjir menerima bantuan. Foto : Wawan Akuba

Degorontalo- Sejumlah komunitas dan organisasi yang menggalang bantuan untuk korban banjir di beberapa tempat di Gorontalo, mulai mendistribusikan sebagian bantuan yang terkumpul ke posko bantuan Dompet Dhuafa yang ada di Desa Rojonegoro, Kabupaten Boalemo, Minggu, 30 Oktober. Bantuan ini adalah seluruh donasi yang masuk ke Sekretariat AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Kota Gorontalo.

Debby Mano, Ketua AJI Kota Gorontalo, yang juga ikut mendistribusi bantuan mengatakan, ini adalah bantuan tahap pertama karena bantuan yang masuk ke posko sekretariat AJI dibagi dua tahap, yakni bantuan saat banjir dan pasca banjir.

“Bantuan saat banjir itu terdiri dari, makanan, air minum, pakaian, popok, pembalut wanita, susu bayi, obat-obatan, minyak goreng, teh dan kopi, serta ada juga pakaian dalam,” katanya.

Lanjut Debby, bantuan untuk pasca banjir nantinya akan fokus pada anak-anak, berupa perlengkapan sekolah dan alat tulis.

“Bantuan yang masuk seperti pakaian masih terus bertambah sampai saat ini,” katanya.

Setelah menyerahkan bantuan, sejumlah komunitas dan organisasi seperti Lembaga Salampuan, WIRE-G (Women Institute Research and Empowerment of Gorontalo) dan AJI Kota Gorontalo, mengunjungi warga yang terpapar banjir. Di sana, mereka memberikan makanan ringan dan susu kepada anak-anak, juga mengajak anak-anak untuk bermain sambil belajar.

Atay Hala, anggota organisasi WIRE-G, mengajak anak-anak untuk bermain tebak-tebakan dengan pertanyaan yang mengedukasi anak-anak. Selain itu, mereka juga mengunjungi posko pengungsian yang ada di kantor desa Rojonegoro.

Salah satu pengungsi, Nina Hajamati, mengatakan selain makanan mereka juga sangat membutuhkan pakaian. Sebab saat banjir menerjang, mereka tidak sempat menyelamatkan satu pun barang yang ada di rumah.

“Hanya nyawa dan pakaian yang melekat sekarang, yang bisa saya selamatkan. Selain itu tidak ada,” katanya.

Terpisah, Isnawati Pakaya, Bendahara Desa Rojonegoro, mengatakan ada 175 kepala keluarga yang menjadi korban banjir di desa ini. Namun yang paling parah ada di dusun Ilohemula yang berjumlah 135 kepala keluarga.

“Air banjir yang paling rendah dua meter. Sedangkan di dusun Iloheluma air sudah sampai atap rumah,” jelasnya.

Saat ini menurut Isnawati, beberapa warga memilih tinggal di rumah kerabat mereka, kendati ada sebagian yang memilih bertahan di rumah masing-masing. Sedangkan untuk logistik, semua dipusatkan di kantor desa Rojonegoro.

(Visited 101 times, 1 visits today)
wawan akuba

Mahasiswa dan pecinta, seorang yang telah mencoba melibas semak belukar rinjani tapi tetap tunduk pada keindahannya.

http://wawannakuba.blogspot.com

Leave a Reply

5 × five =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top