You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Sistem Online Pendaftaran Siswa Baru di Gorontalo, Ternyata Bo Debo Manual Juu..

Sistem Online Pendaftaran Siswa Baru di Gorontalo, Ternyata Bo Debo Manual Juu..

Ilustrasi.huffingtonpost.com
Ilustrasi.huffingtonpost.com

DeGorontalo- Sistem online Pendaftaran Siswa Baru di Kota Gorontalo, yang diterapkan mulai tingkat sekolah dasar hingga SMA dan sederajat, menuai protes. Prosesnya ribet dan hampir seluruhnya manual.

Ini turut dialami Muhammad Alif, 15, pelajar yang hendak mendaftar di jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) I Kota Gorontalo.

Alih-alih bisa dengan mudah mendaftar lewat gawainya (gadget), Alif bersama ratusan pendaftar lainnya harus melalui antri panjang untuk mengambil formulir di sekolah yang dia impikan itu, hampir seharian. Proses ini harus dilakukan sendiri, tidak boleh diwakilkan siapapun.

Setelah diisi dirumah, formulir itu harus dikembalikan lagi ke sekolah. Dilengkapi dengan berbagai dokumen seperti akta kelahiran, surat keterangan lulus dari SMP asal dan nilai hasil ujian akhir.

Dari situ Alif harus mengantri lagi untuk mendapatkan nomor registrasi. Dia juga harus memindai berkas berkas tersebut diatas menjadi format digital. Hasil pindaian itulah yang kemudian diserahkan ke petugas sekolah untuk diinput secara online.

Untuk memenuhi persyaratan itu, Alif harus bolak balik dari rumah ke sekolah tempat dia mendaftar. Ini berlangsung berhari-hari. Padahal jarak sekolah dari rumahnya cukup jauh, sekitar lima kilometer. Alif turun dari rumahnya pada hari, dan baru pulang pada sore harinya.

Ini turut membuat Djufryhard, orang tua Alif, jadi uring-uringan. “ Kalau begitu prosesnya, lalu dimana letak onlinenya?,hanya gagah di judulnya saja,”katanya ketus.

Seorang guru di sekolah negeri Kota Gorontalo juga mengakui kerepotan dalam sistem pendaftaran yang katanya online itu. bukannya malah dimudahkan, malah membuat repot, juga makan biaya.

BACA JUGA: 

“Kasihanlah, anak -anak harus bolak balik ke sekolah, itu kan butuh ongkos, belum lagi sebagian besar dari mereka tengah menjalankan ibadah puasa,” kata guru minta namanya dirahasiakan itu.

Pendaftaran online untuk siswa baru di Kota Gorontalo, dibuka mulai 13-30 Juni. Ini berlaku bagi sedikitnya 15 SMA dan SMK, 20 SMP dan sekitar 126 SD di seluruh Kota Gorontalo.

Sistem online ini sudah berlaku sejak dua tahun terakhir. Dari enam kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo, baru Kota Gorontalo yang menerapkan sistem ini.

Di tempat terpisah, Weni Liputo kepala Dinas Pendidikan,Pemuda dan Olahraga proovinsi Gorontalo, mengaku baru mengetahui hal itu. Pihaknya akan mengecek dan mengevaluasi kembali sistem tersebut. Berkordinasi dengan dinas pendidikan setempat.

Dia mengakui, sistem yang dijalan selama dua tahun terakhir ini belum berjalan maksimal.

“Tapi intinya, pelayanan yang diberikan harusnya memudahkan, apa gunanya online kalau malah memberatkan,” katanya.

Pihaknya sengaja baru menerapkan sistem ini di wilayah ibu kota Gorontalo, dengan alasan fasilitas jaringan internet yang cukup memadai.

“Di kabupaten lain belum bisa diterapkan, karena masih banyak wilayah yang akses internetnya kurang bagus,” katanya. **

(Visited 2,418 times, 5 visits today)
Syam Terrajana
Lahir dan tinggal di Gorontalo setelah berkelana di berbagai kota. Membagi waktunya untuk menulis, membaca,melukis dan bepergian. Sesekali menyanyi jika suara sedang bagus. Dapat dihubungi di syam.terrajana2@gmail.com.

Leave a Reply

four + 11 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top