Stigmatisasi Kian Perburuk Penanggulangan HIV/AIDS Bagi LGBT Gorontalo

download-1

 

DeGorontalo – Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender (LGBT) menjadi kalangan yang cukup mendominasi tren penyebaran HIV/AIDS di Provinsi Gorontalo.

Berdasarkan catatan Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Daerah (KPAD) Provinsi Gorontalo, Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dari kalangan LGBT, menduduki peringkat kedua tertinggi dengan jumlah 45 orang. 22 orang di antaranya sudah masuk kategori AIDS

Menurut KPAD, jumlah kasus ODHA tertinggi masih diduduki oleh kalangan heteroseksual, dengan jumlah kasus 120 orang, dan 82 orang di antaranya sudah masuk kategori AIDS.

Pada 2016 ini,total tercatat ada 215 ODHA di provinsi Gorontalo. Namun begitu, angka ODHA di kalangan LGBT menjadi sorotan tajam, termasuk oleh media lokal di Gorontalo.

Salah satu koran lokal, beberapa waktu lalu menurunkan serangkaian headline bernada menyudutkan LGBT, yang disebut -sebut sebagai virus, bahkan Universitas Negeri Gorontalo menyatakan bakal membentuk tim khusus untuk menjaring dan membina mahasiswa LGBT di kampus terebut. Jika mereka tidak mau mengubah perilaku orientasi seksual, maka kampus akan mencabut sejumlah fasilitas, termasuk mencabut beasiswa bagi mereka yang menerimanya.

BACA: 

Melky Hardy, ketua Binthe Pelangi Gorontalo (BPG) LSM yang bergiat pada isu HIV/AIDS dan LGBT mengungkapkan stigmatisasi itu banyak menyudutkan kalangan LGBT.

Stigmatisasi itu juga menurutnya dilakukan pemerintah daerah setempat. Misalkan saja pada tahun ini, pemerintah daerah menghentikan nyaris seluruh kegiatan penjangkauan dan pendampingan ODHA di kalangan LGBT, dengan dalih bertentangan dengan moralitas dan agama.

Hal ini dilakukan seiring merebaknya penolakan terhadap LGBT oleh berbagai kalangan, yang mencapai puncaknya pada tahun ini.

“Kami semakin kesulitan melakukan penjangkauan dan pendampingan, banyak di antara mereka yang semakin tertutup dan menjauh,” katanya kepada DeGorontalo, Kamis, (1/12).

Mengapa Tinggi?

Di satu sisi, temuan mengenai tingginya ODHA di kalangan LGBT setempat, juga disebabkan massifnya kucuran anggaran yang diberikan ke sejumlah lembaga, untuk melakukan penjangkauan khusus bagi LGBT. Ini terjadi pada 2015 lalu.

“Ada banyak lembaga yang mendapatkan kucuran dana dari Global Fund, mulai lembaga pemerintah sampai organisasi masyarakat,” ungkapnya. Dia sendiri mengaku tidak tahu persis berapa nilai total anggaran tersebut.

Di sisi lain, massifnya penjangkauan ODHA khusus LGBT dengan menggunakan anggaran tersebut juga cenderung menyebabkan eksploitasi.

Dia mengungkapkan, ada lembaga masyarakat yang setelah melakukan penjangkauan dan mendata siapa saja ODHA di kalangan LGBT, lantas membiarkan mereka begitu saja tanpa melakukan pendampingan lebih lanjut. “Itu yang kami kritisi,” katanya.

Namun demikian di luar itu semua, dia mengakui jika tingginya HIV/AIDS pada LGBT, juga disebabkan perilaku seksual yang mengabaikan faktor keamanan dan kesehatan. Ini terutama terjadi di kalangan gay.

“Banyak gay di Gorontalo tidak mau memakai kondom saat berhubungan dengan pasangannya,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, Ayundrawan Mohune, pegiat isu HIV/AIDS dari organisasi Mohuyula Supports, mengatakan tingginya stigmatisasi terhadap kalangan LGBT, malah akan menyebabkan kasus HIV/AIDS di wilayah itu menjadi fenomena gunung es yang kian sulit diungkap.

“Sangat disayangkan, apalagi pemerintah daerah justru ikut melakukannya, ” kata dia.

Menurutnya, upaya penjangkauan pada populasi kunci semacam komunitas lGBT, sangat penting dilakukan untuk pencegahan dini. Mereka yang terdeteksi HIV, bisa segera diintervensi dengan obat terapi antiretroviral (ART) sehingga tidak menjadi kian parah dan menjadi AIDS.

“Kalau sudah jadi AIDS, maka pemerintah daerah sendiri yang malah kian kerepotan, terutama dari segi pendanaan,” katanya.**

 

SYAM TERRAJANA

 

Syam Terrajana
Lahir dan tinggal di Gorontalo setelah berkelana di berbagai kota. Membagi waktunya untuk menulis, membaca,melukis dan bepergian. Sesekali menyanyi jika suara sedang bagus. Tulisan saya lainnya dapat disimak di kawansyam.com. Saya dapat dihubungi di syam.terrajana@gmail.com.

Leave a Reply

4 × five =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top