You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Surat untuk Sandiaga Uno dari Orang Gorontalo NonParpol – NonKoprol

Surat untuk Sandiaga Uno dari Orang Gorontalo NonParpol – NonKoprol

Ilustrasi. Wikimedia Commons

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salamu, Ka Sandi. Bohu lo dungga lo loïya. Rahamati wawu ü sehati. Potala bolo lola-lolayita, talu-talu wawu polu-polutuai duola olando.

Perkenalkan, saya Susanto Polamolo, panggil saja te Santo.

Saya ini ade li Ka Sandi. Biar beda mama beda papa, tapi torang saudara sedarah Gorontalo. Sama sama suka Tabu Moyitomo. Sama-sama katawa ganteng kalo bakudapa dengan Dabu- dabu Sagela

Nde oke, firstly  saya mau bilang selamat atas dipilihnya Ka Sandi sebagai calon wakil Presiden, untuk masa bakti 2019-2024, mendampingi ti Pa Prabowo Subianto.

Dan kedua, maäpu mâ popotaluwo mai lo watiya ‘ulipu ode oli Ka Sandi. Wanu bolo ö’ijini, watiya mâ mopotunggulo loü huhulinggila to delomo hilawo.

Ka Sandi yang ganteng, millenial, inspiratif dan jago jurus bango.

Kita tahu bahwa Pilkada Jakarta beberapa waktu lalu sarat dengan “ujaran kebencian” antar supporter. Bahkan sebenarnya telah dimulai dengan “ujaran membahayakan”, “nista-menista”, dan lalu berkembang menjadi “pelintiran kebencian”.

Mungkin ti Ka Sandi melihat apa yang juga saya lihat: involusi, banalitas di dunia maya, brutalisme bahasa, oportunisme politik para elit, dan oportunisme kelas menengah terdidik yang kadang-kadang setengah biadab dalam mereproduksi konflik.

Ka Sandi yang santri post-Islamisme.

Ketika melihat kenyataan di balik Pilkada Jakarta yang “tak elok” itu, dan kemudian ti Ka Sandi keluar sebagai pemenang dari pertempuran sadis itu, saya mengulum rasa getir, mencoba menegakkan kepala.

Ada harapan melintas di benak saya. Semacam dorongan ingin melihat pertunjukan yang lebih “elok” berupa gebrakan revolusi etos politik.

Ka Sandi yang super tajir dan  tidak sombong.

Ketika sedang asyik menunggu gebrakan itu, eh tiba-tiba ti Ka Sandi ditunjuk sebagai calon wakil presiden. Saya terkejut girang. Seolah tak percaya. Seorang putra Gorontalo telah dipilih untuk mengisi posisi yang seharusnya diisi oleh mereka yang diputuskan oleh ijtima’ ulama yang Insya Allah masuk surga, dan kader-kader partai koalisi.

BACA JUGA:

Tentu saja kepala saya penuh dengan berbagai pertanyaan-pertanyaan “pata pinsil”, tapi saya berusaha untuk menepisnya, karena saya sungguh tidak bercita-cita menjadi dungu seperti para “cebong” dan “kampret”—yang membangun premis-premisnya dari pikiran-pikiran liar dan lalu tiba-tiba jadi konklusi yang juga “pata pinsil”.

Terpilih sebagai wakil calon presiden menunjukkan ada prestise dalam diri seorang Sandiaga Uno. Saya nggak mau tahu prestise itu berasal dari mana—meski kawan saya, kebetulan seorang “cebong”, menggoda saya dengan analisis kapitalisme global berkesimpulan bahwa prestise itu berasal dari “fulus”. Saya membatin, dasar “cebong”, Ente kira  politik itu gratis? Debo doyi paralu uty!

Saya juga nggak mau ambil pusing dengan pembelaan yang keluar dari ngangs  para “kampreter”. Bikin sesat pikir saja. Omongan-omongan dari mereka yang kelewat manis itu bisa bikin Ka Sandi diabetes. Suda, ti Ka Sandi jangan baper. Ka Sandi fokus saja pada laga Pilpres 2019 nanti.

Ka Sandi yang oke oce. Sungguh, dipilihnya Ka Sandi membuat sebagian warga Gorontalo, dan warga rantau seperti saya bangga bukan main.

Tapi ada pula yang saking bangganya sampai-sampai jadi bangganga. Dan di balik rasa bangga saya yang terjepit oleh ke-bangganga-an itu, saya ingin menyampaikan isi hati saya ke dalam isi hati li Ka Sandi.

Ti Ka Sandi bersama Pa Prabowo akan melawan Pa Jokowi dan Kiyai Ma’ruf Amin (Salim Yai) dalam Pilpres kali ini. Lawan dan musuh dua kata yang berbeda makna kan, Ka Sandi?

Komitmen li Pa Prabowo pada malam deklarasi capres/cawapres menegaskan konsistensinya mendukung demokrasi. Penegasan itu memutus semua prasangka bahwa Pa Prabowo sangat tertekan oleh “arus pinggir” sayap kanan yang ingin merangsek kekuasaan dengan menggunakan oposisi Pa Prabowo selama ini—meskipun saya sering digoda oleh kawan saya, yang aktivis seumur hidup, di dalam politik Indonesia nggak ada istilah “ditunggangi”, yang ada adalah “saling menunggangi”.

Saya nggak ngerti apa yang dia bicarakan. Yang saya rasakan Pa Prabowo justru menghindari politik identitas, hanya saja mitra dan suporternya sudah terlanjur ketagihan bermain politik identitas.

Ka Sandi yang lulusan Amrik. Seperti yang pernah saya baca di dalam disertasi Samin Radjik Nur (1979), dan dokumen “Seminar Adat Istiadat Gorontalo” (1971), nenek moyang kita punya etos politik tinggi. Sebagian dari mereka adalah para Ilomata. Mereka mewariskan kepada kita, yang sok beradab ini, suatu beginsel: “adati hula-hulaä to saraä, saraä hula-hulaä to kuruani”. Prinsip hidup buat pegangan kita orang Gorontalo.

Sejujurnya, saya tidak terlalu mengerti makna filosofinya secara panjang lebar. Mendengarnya saja sudah bikin saya merinding. Takut kuwalat kalau tidak saya jadikan laku hidup.

Maka, pada Pilpres 2019 nanti waktu yang tepat bagi Ka Sandi untuk mengajarkan kepada seluruh rakyat Indonesia bagaimana etos politik nenek moyang kita itu. Menunjukkan etos para Ilomata. Dan sikap kesatria seorang jendral perang yang namanya mirip nama tengah li Ka Sandi.

Bolo maäpu Ka Sandi, Pilgub Jakarta adalah Pilkada paling caparuni sekaligus paling  ke’a yang pernah saya lihat. Bila ada harapan yang harus dikemukakan dalam surat ini tak lain adalah semoga tak terulang di dalam Pilpres 2019. Semoga tak ada lagi, meminjam Nietzsche, “kebiadaban-kebiadaban terpelajar” dan elit yang mereproduksi konflik dari wilayah abu-abu antara oportunisme politik dan agama pada Pilpres 2019.
***

Payu lo Lipu
“Bangsa Taalalo
Lipu Podulualo
Batanga Pomaya
Upango Potombulu
Nyawa Podunggalo.”

Salam hangat selalu
Dari adikmu sedarah Gorontalo di Lereng Merapi

Susanto Polamolo

Freelencer yang sedang jihad mendalami bisnis pakan lele

(Visited 2,305 times, 7 visits today)
Syam Terrajana
Lahir dan tinggal di Gorontalo setelah berkelana di berbagai kota. Membagi waktunya untuk menulis, membaca,melukis dan bepergian. Sesekali menyanyi jika suara sedang bagus. Dapat dihubungi di syam.terrajana2@gmail.com.

Leave a Reply

three × 3 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top