You are here
Home > Posts tagged "Adriansyah Katili"

Sajak-sajak Kemerdekaan – Adriansyah Katili

KITA Kita sudah merasa merdeka dengan hebat Ketika kita berdiri tegak di depan bendera Sambil mengangkat tangan menghormat Kita merasa sudah merdeka Ketika dengan sukses berhening cipta Yang kata kita mengenang mereka yang kini tinggal tulang-tulang diliputi debu Kita sudah merasa merdeka Ketika kita berjalan kaki menelusuri pesawahan Memasuki lorong demi lorong pasar Ataupun gorong demi gorong Bercengkrama dengan masyarakat sederhana Sambil memperbaiki

Puisi-puisi Jelang Pilkada Gorontalo

  Berikut ini adalah tiga puisi yang ditulis untuk merespon suasana  menjelang Pilkada  Gorontalo. Puisi ini merupakan karya Adriansyah  Katili, seorang dosen di Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo.   KATA DAN MAKNA   Kata dan makna Adalah sepasang kekasih yang selalu bercumbu Kata dan makna adalah pagi dan mentari terbit, Adalah pagi dan cerah, adalah malam dan gelap Kata dan

Makar, Kebhinekaan, Bahasa dan Kekuasaan

Oleh Adriansyah A. Katili (Penulis adalah staf dosen pada Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo.) DALAM  Al Quran, kitab suci kaum Muslimin, bahwa Allah SWT menyatakan kepada malaikat, bahwa Dia akan menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi. Malaikatpun mempertanyakan rencana Allah itu. Kata malaikat, manusia yang akan menjadi khalifah itu

Tujuh Bidadari dan CCTV Lahilote

Oleh. Adriansyah Katili LAHILOTE  termenung di kamar kostnya. Statusnya sebagai mahasiswa rantau dari desa terpencil mengharuskan dia tinggal di kos-kosan di Kota Gorontalo. sebagai mahasiswa dia memang rajin belajar. Rajin ke perpustakaan membaca berbagai buku, dan rajin mencari informasi terkini lewat internet. Akhir-kahir ini dia sering galau. sudah enam tahun kuliah, belum kunjung memakai

Top