You are here
Home > Posts tagged "puisi"

Puisi-Puisi Kemerdekaan

KEMERDEKAAN   Merdeka itu adalah rakyat yang berbahagia Menggarap tanah sawahnya Bercengkrama dengan keluarga di rumah Sambil sekali-kali menengok makam leluhur Tanpa takut dan khawatir Bahwa suatu saat akan ada gemuruh suara buldozer Yang meluluhlantakkan rumah, kampung, dan makan leluhur Yang mengubah segalanya menjadi ratap tangis, Menjadi mall, kondominium, atau areal tambang yang semuanya bukan milik mereka   Merdeka adalah Nelayan yang melaut Pergi dengan perahu

Tiga Puisi Usman Dunda

HUJAN DAN AIR MATA Setelah lama tak bertemu senyum itu masih sama di bibirmu. Bibir yang tak pernah lagi berucap di telingaku saat pagi Suara lembutmu kini begitu ceria sungguh hanggat nan mempesona Hujan di balik dinding kaca berseru hembuskan sesak penuh rindu Di sana kau bercanda dengan lelakimu di sini hanya teh manis bersamaku Jarak kita hanya beberapa langkah saja tapi

Puisi-puisi Jelang Pilkada Gorontalo

  Berikut ini adalah tiga puisi yang ditulis untuk merespon suasana  menjelang Pilkada  Gorontalo. Puisi ini merupakan karya Adriansyah  Katili, seorang dosen di Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo.   KATA DAN MAKNA   Kata dan makna Adalah sepasang kekasih yang selalu bercumbu Kata dan makna adalah pagi dan mentari terbit, Adalah pagi dan cerah, adalah malam dan gelap Kata dan

Tiga Puisi Usman Dunda

  Malangnya Zamanku Tengoklah sekeliling berharaplah pepohonan tak menguning langit tak memutih sungai tak kering dan tanah tak gersang. Bukan hendak mencaci terik surya membakar hati kepulan asap sesakkan dada anak semesta kian terjamah dan tubuh pertiwi digadaikan Negara. Oh.. malangnya zamanku malangnya generasiku damai bersamamu alamku dan anak cucuku   Gorontalo, 18 Oktober 2015 Syamku Siang yang terik tak bertahan lama Karena langit tak mampu membendung rindunya Hujan jadi perantara

Top