You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Teman Seprofesi Dicaci, Puluhan Wartawan Turun Aksi

Teman Seprofesi Dicaci, Puluhan Wartawan Turun Aksi

Ilustrasi telusurkota.com
Ilustrasi telusurkota.com

DeGorontalo – Kasus kekerasan terhadap wartawan secara verbal menimpa Harry Tri Atmojo, salah satu wartawan surat kabar harian Radar Bolmong. Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu, Ham Rumoroi, diduga telah mengumpat dan mengajak Tri Atmojo berkelahi, pada Kamis, 24 November.

Kejadian itu berlangsung di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kotamobagu, sebelum rapat dimulai. Rumoroi mengaku marah karena pemberitaan Radar Bolmong edisi hari itu, terkait keluhan penyaluran beras untuk warga miskin, yang berjudul Raskin Dibisniskan.

Merespon kekerasan verbal terhadap wartawan tersebut, puluhan wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis BMR, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkot, Senin, 28 November. Aksi dimulai sekitar pukul 10.00 WITA.

Lewat aksi unjuk rasa, para wartawan menuntut agar Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara, segera mencopot Rumoroi, karena telah melecehkan profesi wartawan.

Puluhan wartawan membawa poster dalam aksi, serta menumpuk kartu identitas pers di depan kantor Pemkot. Koordinator aksi, Renza Bambuena, dalam orasinya meminta Wali Kota segera mencopot pejabat yang berperilaku kasar tersebut.

“Jika tuntutan tidak dipenuhi, para wartawan akan memboikot pemberitaan berkaitan program pemerintah,” katanya.

Baru sekitar pukul 11.00 WITA, Sekretaris Kota (Sekkot) Kotamobagu, Tahlis Gallang, menemui para wartawan. Ia menyampaikan akan segera memberi sanksi tegas kepada yang bersangkutan.

“Mulai besok majelis kode etik akan menyidangkan kasus dugaan pelecehan dan pengancaman terhadap salah satu wartawan biro Kotamobagu,” katanya.

Wali Kota Janji Copot Jabatan Kabag Ekonomi

Merasa belum puas dengan pernyataan Sekkot, Tahlis Gallang, para pendemo melanjutkan aksi di halaman rumah dinas Wali Kota, yang jaraknya hanya belasan meter dari kantor Pemkot.

Setelah para wartawan berorasi, Wali Kota Tatong Bara segera menemui mereka. Bara mengatakan telah mempertimbangkannya masak-masak. Ia akan mencopot jabatan Ham Rumoroi, sebagai Kabag Ekonomi.

“Jangan hanya karena kejadian ini dan ulah salah satu ASN (aparatur sipil negara), hubungan baik yang telah terbangun selama ini antara Pemkot dan wartawan jadi rusak. Setelah sidang kode etik, saya pastikan jabatannya akan dicopot,” tegasnya.

Menanggapi pernyataan itu, Renza Bambuena mewakili seluruh wartawan menyampaikan kepada Wali Kota, mereka akan kembali menggelar aksi jika Wali Kota mengingkari janjinya.

Bara kembali menegaskan pekan depan setelah evaluasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara, Rumoroi akan segera dicopot dari jabatannya.

“Sebenarnya tidak butuh waktu lama, hanya saja mekanisme sidang kode etik harus tetap dijalankan,” katanya.

Bara menambahkan, aksi damai hari ini menjadi perhatian serius Pemkot untuk lebih selektif, dalam memilih pejabat di lingkup Pemkot.

“Nanti saat pengisian OPD (organisasi perangkat daerah) yang baru, model pejabat seperti ini tidak boleh ada. Bisa merusak tatanan dan persatuan yang sudah terbangun dengan baik antara Pemkot dan wartawan,” katanya.

Sejauh ini, upaya konfirmasi kepada Rumoroi terkait aksi damai para wartawan hari ini, belum berhasil.

 

Sumber: kroniktotabuan.com

(Visited 106 times, 1 visits today)
Kristianto Galuwo

Sigidad. Duda berputri satu-satunya bernama Sigi. Sering sial seperti Donal Bebek, karena itu dirajahi tato Donal Bebek di lengan kanan sebagai segel anti sial. Suka sekali makan ayam bakar/goreng/santan apalagi yang dibumbui sejumput puisi. Bisa disapa di facebook: Kristianto Galuwo dan diterawang di blog Getah Semesta.

http://sigidad.blogspot.co.id/

Leave a Reply

six + 5 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top