Tiga Dara Cantik Gorontalo Ini Bicara Soal Tren Alis Sinchan

DEGORONTALO –Musibah alam dan politik datang bertubi-tubi tahun ini. Kecelakaan pesawat, kisruh KPK-Polri, banjir dan longsor. Bersamaan dengan itu, kata “cantik” sedang membuat definisi baru, seiring wabah film korea yang membawa tren alis tebal ala Sinchan, si bocah usil rekaan kartun jepang. Tiga dara, representasi kecantikan perempuan Gorontalo angkat bicara soal ini.

Lurah cantik asal Gorontalo, Nurmala Abdul Hamid Rahmola,22 justru mengaku punya pengalaman “kurang kece” dengan mencabut alis matanya yang tebal alami. Itu terjadi dulu, sebelum tren alis Sinchan melanda.

Sewaktu menjalani prosesi pembeatan, memasuki masa akil baliq, Mala pernah dicabut bulu alisnya untuk keperluan make up. Pernah juga pada suatu hari yang iseng, dia  mencabut bulu alisnya di sebuah salon. Hasilnya? “Sama dengan Te Dedy Corbuzier punya (alis) yang ta potong,” kata lurah Tiluhuwa, Kabupaten Gorontalo ini tergelak.

Setelah itu Mala kapok. Membiarkan alisnya yang tebal itu tumbuh sempurna. Dulu, menurutnya yang menjadi tren kalangan perempuan justru alis tipis klimis. Semakin terangkat alis, semakin bagus. “”Kalo orang Gorontalo bilang, ini Ta Aningo,” ujarnya kepada DeGorontalo.

Sekarang trennya terbalik. Banyak perempuan menggaris tebal- tebal alisnya. Mala sendiri pernah juga mencoba, hasilnya menurut dia “not good”. Ke’a.

Menurutnya, penggunaan pensil atau eye liner sejatinya bertujuan untuk membantu menegaskan alis tipis. “Tapi dorang so salah gunakan,” kata perempuan lulusan STPDN ini .

Lain halnya dengan Sintia Massa, 23, Runner Up 4 Putri Pariwisata Indonesia 2012 mengaku, semasa kecil kerap disangka keturunan Arab lantaran punya alis tebal yang natural. Dulu semasa kecil, Tia kerap dipanggil Arab, arab,” katanya tersenyum.

Soal tren alis Sinchan, menurutnya itu tergantung dari setiap ‘pemakainya”. Apakah hal itu bisa membantu menambah percaya diri atau tidak. “Secara pribadi, Tia tidak terlalu PeDe jika harus punya alis setebal Sinchan,” senyumnya.

Dara yang kerap menjadi model serta MC ini mengaku, terkadang dalam sebuah event atau acara promo yang diikutinya, menuntut harus memakai busana dan make up beragam. “Pada beberapa make up, alis Tia juga dibikin agak-agak Sinchan, ndak enak juga kan kalo harus menolak,” ujar Sarjana Hukum dari Universitas Negeri Gorontalo ini bercerita.

Pada momen yang lain lagi, Tia juga harus rela jika bulu alisnya dicabut sedikit. Ini juga demi keperluan make up, biar rapi. Semua itu baginya bagian dari resiko dan tantangan pekerjaannya.

Namun menurutnya, setiap perempuan di muka bumi ini sebaiknya menyukuri setiap yang diberikan Tuhan kepadanya. “Jangan sampai kita hanya jadi korban tren, yang akhirnya malah membuat kita kelihatan aneh,” tutupnya.

Sementara itu, Nou atau Putri Provinsi Gorontalo 2014, Gina Rahman, 22, mengaku masih perlu mendandani alisnya yang sudah tebal dari sononya itu. biar tambah kece.

“Sudah jadi trend sih. Boleh-boleh saja, asal cocok di wajahnya. Jangan sampe muka kecil, terus alisnya udah sewajah. Jadi alternatif yang ga punya alis atau bulu alisnya dikit. Kalo yang ga bisa sulam alis karena kemahalan kan bisa alternatif ukir biasa,” ujarnya

Menurutnya, berhias diri dengan make up menjadi salah satu hal yang penting rasanya dan menjadi pelengkap di setiap penampilannya. “Make up itu udah kayak pakaian dalam buat wanita, ga boleh ngga. Ya ga mesti tebal-tebal banget, minimalis lah ya, yang penting muka tetap dipoles,” ujarnya.

Gadis yang juga terpilih sebagai Duta Wisata Intelegensia Indonesia tahun 2014 ini  menambahkan, karakter seseorang bisa dilihat juga dari bagaimana dia memperlakukan dirinya, make up adalah  salah satunya. Awal komunikasi juga bisa baik, kalau ditinjau dengan penampilan lahiriyah yang bagus.

“Cantik itu keindahan. Kenyamanan pandangan. Semakin indah dipandang, semakin cantik. Cantik di luar, yang dalam harus lebih lagi,” tutup sarjana Aqidah Filsafat dari IAIN Sultan Amai Gorontalo ini.

 

GERIL DWIRA | SYAM TERRAJANA

Baca juga:

Gina Rahman, Nou Provinsi Gorontalo Ini Terharu Berat Nonton Film Senyap

Propaganda Kartini dan Sekolah Nona Gorontalo

Kampung Rebonding;Selingkuh, Definisi Cantik Hingga Fatwa MUI

Lurah Nurmala: “Jangan Manjakan Aparat Dengan Pungli”

Aih, Gadis –gadis Cantik Ini Menari di Atas Pecahan Kaca

 

Leave a Reply

seven + twenty =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top