You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Torang Jomblo Anti Korupsi, Baru Kiapa?

Torang Jomblo Anti Korupsi, Baru Kiapa?

Aksi kelompok lawak Kopdar di Festival Jomblo Gorontalo 2016 (DeGorontalo/Ivol Paino)
Aksi kelompok lawak Kopdar di Festival Jomblo Gorontalo 2016 (DeGorontalo/Ivol Paino)

 

DEGORONTALO – “ Ana (Saya) Jomblo, Anti Korupsi, Baru kiapa (lantas kenapa),?” ujar Sahrul dengan nada dan gaya kocak. Sahrul bersama kelompok laaknya, Komunitas Pelawak Daerah (Kopdar) ini turut meramaikan Festival Jomblo Anti Korupsi yang digelar di Taman Kota Gorontalo, Minggu petang hingga malam ( 14/2). (BACA: Festival Jomblo Gorontalo, Melawan Arus Mainstream Valentine)

Funco Tanipu, slah satu pengagas acara mengatakan, selama ini banyak energi kreatif dan positif yang justru dilakukan oleh kaum jomblo di Gorontalo. Dia menyebut sejumlah komunitas yang telah mengambil inisiatif di berbagai bidang, tanpa harus meminta atau menunggu uluran tangan pemerintah.

“Ada komunitas anak muda kreatif yang rata-rata masih menjomblo, misalnya komunitas berbagi darah untuk donor darah, komunitas perupa yang secara sukarela mempercantik wajah kota Gorontalo dengan berbagai mural berisi pesan kebersihan dan pariwisata hingga kritik sosial, “ kata Funco yang juga menjabat sebagai direktur pusat studi Anti Korupsi Universitas Negeri Gorontalo itu.

Menurutnya, meski perputaran dan pengelolaan APBD di Gorontalo terhitung kecil dibanding provinsi lain, namun hasil survei Transparency International Indonesia (TII) pada 2008 silam, kota Gorontalo sempat menduduki peringkat sebagai kota terkorup.

TII melakukan survey sejak 2006, antara lain dari hasil persepsi cara pengusaha untuk mendapatkan proyek pemerintah. Dari hasil survei itu komitmen kepala daerah dalam memberantas korupsi mencapai 7,07, tetapi indeks persepsi korupsi Kota Gorontalo hanya 3,44. (VIN)

Sementara pada 2011 silam, Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) merilis ranking provinsi-provinsi di Indonesia yang paling berpotensi korupsi. Pemeringkatan yang didasarkan pada Ikhtisar Hasil Pemeriksaan (IHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Semester II tahun 2011 itu, menempatkan provinsi Gorontalo pada rangking 17 dengan 203 kasus korupsi dan kerugian anggaran sebesar Rp 48.841.820.000.

Fesival ini disisipi deklarasi Jomblo anti korupsi. Sejumlah poin dalam deklarasi anti korupsi antara lain bahwa korupsi bukanlah budaya Indonesia dan merampas hak -hak rakyat untuk sejahtera. Serta menolak rencana revisi UU KPK yang dinilai melemahkan lembaga anti rasuah itu.

“ Kami mengajak seluruh elemen anak muda untuk berani menyatakan sikap anti korupsi, Torang Jomblo Anti Korupsi, Baru Kiapa? “ katanya tersenyum.

 

TIM

Syam Terrajana
Lahir dan tinggal di Gorontalo setelah berkelana di berbagai kota. Membagi waktunya untuk menulis, membaca,melukis dan bepergian. Sesekali menyanyi jika suara sedang bagus. Dapat dihubungi di syam.terrajana2@gmail.com.

Leave a Reply

19 − sixteen =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top