You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Tujuh Hari Dipamerkan, Instalasi Pesawat Catalina Di Museum Soekarno Akan Dibakar?

Tujuh Hari Dipamerkan, Instalasi Pesawat Catalina Di Museum Soekarno Akan Dibakar?

DEGORONTALO – Setelah tujuh hari dipajang dan dipamerkan untuk umum, karya instalasi seni yang mereplika pesawat Patrol Bomber Catalina, yang pernah digunakan presiden Soekarno saat pertama kali mengunjungi negeri Gorontalo, diwacanakan bakal dibakar oleh para pembuatnya. (BACA:PB Catalina, Saksi Sejarah Indonesia dan Gorontalo)

Replika terbuat dari bambu yang berukuran setengah dari aslinya itu, sebelumnya dipajang di dermaga museum pendaratan pesawat amphibi presiden Soekarno, Desa Iluta, Kabupaten Gorontalo, selama tujuh hari, 1-7 Juni 2015, sebagai bagian dari acara bertajuk

“Hajat Bulan Juni; Kehormatan Bagi yang Berhak” yang digelar kelompok belajar kelapa batu Gorontalo.“ Replika (pesawat) itu tidak akan kami tinggalkan di lokasi kegiatan, ada beberapa wacana dan skenario yang kami rencanakan, di antaranya akan dibakar di suatu tempat, untuk menjadi sebuah performance art tersendiri,” tutur Awaluddin, salah satu pentolan kelapa batu dan kreator karya instalasi tersebut.

Wacana lainnya, ungkapnya, adalah dengan menenggelamkannya ke dasar lautan. “Misi sudah selesai, yakni menghidupkan kembali imajinasi warga Gorontalo mengenai bentuk pesawat yang pernah ditumpangi Soekarno,” ujarnya.

Namun begitu, ada juga yang mewacanakan untuk tidak membongkar replika pesawat yang dibuat secara detail dan artistik itu, agar bisa dipamerkan kembali saat perayaan tumbilotohe, atau malam pasang lampu, tradisi khas Gorontalo pada tiga hari terakhir bulan Ramadhan.

Hajatan bulan Juni itu merupakan acara rutin yang telah digelar sebanyak lima kali oleh kelompok belajar kelapa batu yang beranggotakan sejumlah anak muda Gorontalo. Acara diisi dengan pameran foto bersejarah, pemutaran film bertema nasionalis, atraksi seni rupa, suguhan musik keroncong dan baca puisi.

Sebagai penanda berakhirnya acara, digelar dialog interaktif warung kopi yang digelar oleh RRI Gorontalo di lokasi kegiatan pada minggu pagi (7/6).

Acara yang digelar itu, mereka biayai sendiri, tanpa sokongan pemerintah. Berbulan-bulan mereka menabung seribu rupiah setiap hari ditambah sumbangan sukarela dari donatur. Adapun replika pesawat itu yang ramai menjadi obyek selfie para pengunjung itu, memakan biaya hampir enam juta rupiah.

*Replika Catalina (courtesy kelapabatu/Arnold Ahmad)

 

REDAKSI

(Visited 77 times, 1 visits today)

Leave a Reply

15 + seven =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top