You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Apa Bahasa Gorontalo Untuk Kata ‘Teman’?

Apa Bahasa Gorontalo Untuk Kata ‘Teman’?

ILUSTRASI (www.freeimages.com)
ILUSTRASI (www.freeimages.com)

BENARKAH  kata ‘tamani’ yang selama ini digunakan dalam percakapan sehari-hari adalah kata asli dari bahasa Gorontalo (Hulontalo) ? Sedangkan kata ‘tamani’ sendiri sangat mirip dengan kata ‘teman’ dalam bahasa Indonesia. Bahasa Hulontalo bisa saja meminjam kata ‘teman’ dari bahasa Indonesia kemudian menyesuaikan kata itu sesuai dengan ciri khas Hulontalo yang merupakan bahasa vokalis (bahasa dimana setiap katanya berakhiran huruf vokal), sehingga mengubah kata ‘teman’ yang berakhiran konsonan menjadi ‘tamani’ yang berakhiran vokal. (BACA: Begini Cara Bangsa Gorontalo Menghargai Matahari)

Teman merupakan kata sederhana yang seharusnya dapat ditemukan di berbagai bahasa. Setiap budaya umumnya memiliki kata khusus untuk menyebut teman, misalnya ‘konco’ di bahasa Jawa, dan ‘batur’ di bahasa Sunda. Seharusnya bahasa Hulontalo juga memiliki kata yang khas untuk menyebut teman.

Di dalam kamus bahasa Gorontalo-Indonesia terdapat beberapa kata yang tidak secara langsung memiliki arti ‘teman’ (kata benda), diantaranya:

1. Papaanggala = berteman (kata kerja)
Kata ‘papaanggala’ merupakan bentuk perulangan dari kata ‘panggalo’ yang artinya adalah pasang (misalnya, sapatu ngopanggalo = sepasang sepatu, duulo panggalo = dua pasang). Kata ‘panggalo’ merupakan kata bilangan bantu atau satuan untuk segala sesuatu yang berpasangan. Penggunaan kata ‘papaanggala’ sendiri seperti dicontohkan dalam kalimat:

“Tiyo papaanggala wolo ta mota’owa” (Dia berteman dengan pencuri)

Kalau merujuk pada arti dari kata dasar ‘panggalo’, maka kalimat di atas juga bisa diartikan “Dia berpasangan dengan pencuri”. Kata ‘berpasangan’ dalam kalimat tersebut akan memiliki beberapa makna seperti ‘berjodoh’ atau ‘berpartner’ (melakukan sesuatu bersama-sama). Meskipun bisa menimbulkan kerancuan dalam pemaknaan, penulis kamus menyimpulkan bahwa ‘papaanggala’ berarti berteman.

2. Wayitiyo = temannya (kata benda)
Kata ‘wayitiyo’ merupakan gabungan dari kata ‘wayito’ dan ‘oliyo’. Sedangkan kata ‘wayito’ sendiri dalam kamus bahasa Gorontalo-Indonesia berarti ‘ikut’, ‘diikutkan’, ‘masuk’, ‘termasuk’. Contoh penggunaan kata ‘wayitiyo’ dalam kalimat:

“Toonu wayitiyo?” (Mana temannya?)

Arti dari kata dasar ‘wayito’ tidak ditemukan sama sekali, bahkan berbeda jauh dengan arti dari kata ‘wayitiyo’ yang diartikan ‘teman’ pada kalimat tersebut. Bila kalimat tadi diartikan “mana yang termasuk di dalamnya?”, maka contoh kalimat yang pendek di dalam kamus ini mungkin bermaksud menanyakan sesuatu yang hilang dari kesatuannya, misalnya bateraiyang tidak terpasang dalam sebuah telepon genggam. Dengan demikian kalimat “Toonu wayitiyo?” dapat dipahami maksudnya. (BACA:  Inilah Arti “Gola” Sebenarnya)

Baterai termasuk dalam sebuah kesatuan bersama telepon genggam/HP, sehingga dapat dikatakan “batereyi wayito to HP boyito” (baterai termasuk dalam HP itu). Dalam sebuah HP terdapat berbagai komponen yang membentuk sebuah kesatuan atau dapat dikatakan berbagai komponen termasuk dalam sebuah HP, dan hubungan antara berbagai komponen tersebut disebut ‘wayito’. Menurut saya pendefinisian ‘wayito´ sebagai ‘teman’ dapat diterima pada contoh kalimat tersebut.

Kata dasar ‘wayito’ sendiri merupakan sebuah kata kerja, pada contoh di kamus kata ini ditambahkan dengan ‘oliyo’ sehingga menjadi sebuah kata benda. Akan memerlukan telaah lebih lanjut untuk memperluas sifat kata ‘wayito´menjadi kata benda dan juga memperluas maknanya menjadi ‘teman’ untuk digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Dari literatur lainnya, H.T. Usup dalam disertasinya mengenai Rekonstruksi Protobahasa Gorontalo-Mongondow menyebutkan kata ‘ta’i’ merupakan padanan kata ‘teman’ dalam bahasa Gorontalo. Kata ‘ta’i’ sendiri berpadanan kata dengan kata ‘taki’ dalam bahasa Kaidipang (Bolaang Mongondow Utara), dan kata ‘takin’ dalam bahasa Mongondow. Baik kata ‘taki’ dan ‘takin’ merupakan kata penghubung yang artinya ‘dengan’ ‘bersama’, sedangkan kata ‘ta’i’ merupakan kata benda.

Kata ‘dengan’ dan ‘teman’ cukup berbeda jauh artinya, tapi masih dapat dimengerti hubungannya. Bila menggunakan kata ‘dengan’ maka pasti ada ‘temannya’. Misalnya dalam kalimat “ke pasar dengan ibu”, maka pasti ada lebih dari 1 orang/benda dan orang/benda lainnya lagi sebagai temannya. Kata ‘ta’i’ sendiri belum pernah ditemukan penulis dalam literatur berbahasa Hulontalo.

 

ABDI GUNAWAN DJAFAR

 

Leave a Reply

7 + 17 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top