Boe Taki, Judi, Ulama dan Pembangunan Kota Gorontalo

 

DEGORONTALO – Taki Niode sempat pusing tujuh keliling.Kas uang pemerintah kota Gorontalo minus. Padahal sebagai Wali Kota, dia harus membangun sejumlah infrastruktur dan prasarana untuk menunjang fasilitas kota. Suatu hari  datanglah seorang pengusaha dari Makassar menemuinya, bermaksud membuka judi lotto di wilayah itu. (BACA: Permesta, Kerukunan Beragama di Manado dan Migrasi Orang Gorontalo)

Boe Taki, demikian sapaan akrab wali kota Gorontalo periode 1963-1971 itu tidak lantas mengiyakannya. Dia mengumpulkan para tokoh masyarakat, ulama dan pimpinan dewan. Hendak meminta pendapat.

Sebelumnya dia menjelaskan, kota perlu dibangun, sedangkan uang tak ada. Tak pelak, adu argumen pun terjadi.

“Judi haram hukumnya dan tidak ada kompromi untuk itu! Protes seorang ulama. “ semua yang haram tabu untuk dilakukan,” susul yang lain. (BACA: Inilah Tiga Surat Kabar Progresif Bangsa Gorontalo Tempo Doeloe)

“Sekali kita melegalkan racun masyarakat, selamanya kita termakan racun itu,” susul yang lainnya.

Suasana hening dan agak tegang. “Masih ada yang ingin menyampaikan pendapat,” tanya Boe Taki. Tiba-tiba seorang ulama lainnya mengangkat tangan dan mulai bicara.

“Saya ingin mengatakan sesuatu kalau Boe Taki mengizinkan,” ujar sang ulama. KH Abas Rauf. Dia lantas member sebuah amsal: “ Seorang dokter ahli kandungan harus mengoperasi pasiennya, perempuan muda yang hamil tua. Pasien itu harus cepat dioperasi untuk menyelamatkan nyawa ibu maupun bayinya. Tapi (itu) bertentangan dengan agama karena hanya suami    perempuan itu yang dihalalkan melihat atau memegang kemaluan istrinya…mana yang akan dipilih, jawabannya saya serahkan kepada saudara-saudara sekalian,”

“Boe Taki sebagai pribadi memang dilarang menyelenggarakan lotto, tapi Boe Taki sebagai Wali Kota, hal ini bisa dilakukan asalkan hasilnya benar-benar untuk kepentingan rakyat banyak,” sambung sang Kiai. (BACA: Gorontalo Dalam Kawasan Wallacea, Apa Uniknya?)

Singkat cerita,  akhirnya perijinan judi Lotto diserahkan kepada Boe Taki. Meski tidak berumur panjang, tapi pendapatan daerah dari judi itulah, kemudian bisa membangun sejumlah sekolah dan prasarana kota.

Ringkasan Memoar ini  dikisahkan  dalam buku biografi “Taki Niode; Gorontalo sepanjang langkah” yang dirangkum oleh Kadjat Adra’I , yang diterbitkan PT Ilengi Balantau, 2003 silam.

Dalam buku itu diceritakan, sejumlah ulama yang awalnya gigih menolak legalisasi judi Lotto akhirnya ikut “kecipratan”. Itu terjadi saat mereka menemui Wali Kota, memberitahu perihal sebuah undangan pertemuan di Jakarta. Namun mereka tidak memiliki dana.

Boe Taki kemudian memberikan bantuan dan menjelaskan sumbernya dari judi Lotto itu. Bantuan uang itu pun mereka terima. (BACA: Risno Ahaya, Perawat Syair Gorontalo Di Tepi Zaman)

Pada masa awal  kepemimpinannya, Boe Taki, yang pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Sosial Politik, Wayne State University, Detroit , Amerika Serikat ( 1961-1962) ini, juga   membangun berbagai infrastruktur dengan mengandalkan kopra.

Pada masa itu, berbagai elemen masyarakat itu bergotong royong tanpa dikomando. Ada guru   yang mengajar tanpa dibayar. Sedangkan toko-toko material, dengan kemauannya sendiri, menyumbang cangkul, sekop, pasir, koral dan semen.

Salah satu   karya peninggalan Boe Taki adalah Junior College yang setingkat perguruan tinggi, embrio dan cikal bakal Universitas Negeri Gorontalo (UNG) saat ini. Selama menjabat, Boe Taki mau tinggal di rumah dinas. Dia lebih memilih tinggal di rumah orang Cina yang disewanya sejak menikahi Suus Niode Wartabone.

*Foto. Taki Niode (berdiri ke-5 dari kiri ) bersama siswa lain di Detroit, Amerika Serikat, 1962 (Sumber Buku Taki Niode, Gorontalo Sepanjang Langkah )

 

SYAM TERRAJANA

 

 

Syam Terrajana
Lahir dan tinggal di Gorontalo setelah berkelana di berbagai kota. Membagi waktunya untuk menulis, membaca,melukis dan bepergian. Sesekali menyanyi jika suara sedang bagus. Dapat dihubungi di syam.terrajana2@gmail.com.

Leave a Reply

three × 5 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top