You are here
Home > Berita Pilihan Editor > Gara-gara ini, Jendral Budi Perintahkan Tarik Mobil Patwal dan Ajudan Gubernur Gorontalo

Gara-gara ini, Jendral Budi Perintahkan Tarik Mobil Patwal dan Ajudan Gubernur Gorontalo

 

DEGORONTALO –Hari -hari terakhir jelang hengkang dari Gorontalo,Kapolda Gorontalo,  Budi Waseso yang kala itu masih berpangkat Brigjen, pernah memberi perintah untuk menarik seluruh personilnya yang selama ini diperbantukan sebagai ajudan dan patroli pengawalan (Patwal) Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie.

“Tidak ada ketentuan yang mengatur bahwa Gubernur harus memiliki ajudan dari anggota kepolisian, ini adalah kebijakan Kapolda Gorontalo, “ tukas Kepala bidang Kehumasan Polda Gorontalo, Ajun Komisaris Besar Lisma Dunggio, menjelaskan alasan penarikan tersebut, pertengahan September 2013 silam.

Selain itu, menurutnya mobil Patwal yang selalu mengiringi kemanapun Gubernur pergi, dianggap kerap menimbulkan keresahan masyarakat.

Dia mengungkapkan, tidak hanya menyerobot lajur jalan, mobil patroli itu kerap membunyikan sirene dan klakson tanpa mempertimbangkan waktu istrahat masyarakat, termasuk pada saat azan di masjid berkumandang.

“Para anggota (Patwal dan ajudan) polisi itu, juga menjadi tidak disiplin, bahkan tidak menaruh hormat lagi pada pejabat kepolisian, tidak sadar lagi bahwa mereka anggota polisi,” ujar polisi wanita itu.

Bukan hanya di tingkat gubernur, Polda Gorontalo juga turut menarik Ajudan dan patwal wakil Gubernur, Bupati dan wakil bupati serta ketua DPRD di seluruh kabupaten dan Kota.

Padahal sebelumnya, para ajudan dan patwal itu sudah mendampingi para pejabat teras daerah, sejak 2003 silam, saat dimana Polda Gorontalo masih berstatus rintisan. Penarikan secara serentak dilakukan pada Jumat, 13 September 2013.

“ Banyak pejabat daerah yang memperlakukan mereka tak ubahnya pembantu pribadi, membawakan tas atau sepatu, bahkan kerap diboyong ke luar daerah tanpa memberitahukan pimpinannya di Polda,” ujarnya.

Lisma membantah jika kebijakan yang dikeluarkan di penghujung kepemimpinan Budi Waseso itu, terkait perseteruan Polisi dan
pemerintah daerah, yang dimulai dari pengusutan sejumlah kasus korupsi yang diduga melibatkan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie.

“Beliau tidak pernah berselisih dengan siapapun, mungkin ada orang yang merasa tidak senang terhadapnya,” tukas Lisma.

Ketika itu, Kapolri yang dijabat Jendral Timur Pradopo  telah memerintahkan pergantian Kapolda Gorontalo, Brigadir Jendral Budi Waseso akan segera digantikan oleh Brigadir Jenderal Andjaya, yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Reformasi Birokrasi Polri (RBP) Srena di Mabes POLRI.

Sedang Waseso mendapat promosi jabatan sebagai pengajar utama sekolah staf dan pimpinan (Sespim) Polri, dengan pangkat jenderal bintang dua, sebelum akhirnya menjadi Kabareskrim dan “jadi seleb” setelah menangkap pimpinan KPK, Bambang Widjoyanto

Sementara itu, juru bicara Gubernur Gorontalo, Ghalib Lahidjun, kala itu mengatakan ajudan dan patwal polisi itu memang dibutuhkan, untuk membantu aktivitas Gubernur, terutama saat melakukan “Blusukan” ke masyarakat Gorontalo di seluruh wilayah.

“Jika memang penarikan itu merupakan kebijakan Kapolda, kami menerimanya, mungkin dia (Budi Waseso) punya pertimbangan lain,”katanya.

Untuk sementara ini, lanjut Ghalib, Gubernur Rusli Habibie kini dikawal ajudan dan mobil patwal dari anggota TNI, yang disebutnya
sebagai bentuk “kebaikan hati” dari Pangdam VII Wirabuana, Mayor Jenderal (TNI) Bachtiar.
REDAKSI

Baca Juga:

Rusli Habibie Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik Jendral Budi Waseso, Begini Ceritanya

Budi Waseso Dilaporkan ke Propam Polri

Dinilai Politis, Budi Waseso; Awasi, apakah Saya Bermain Seperti itu

One thought on “Gara-gara ini, Jendral Budi Perintahkan Tarik Mobil Patwal dan Ajudan Gubernur Gorontalo

Leave a Reply

11 − 11 =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top