Tangis Histeris Warnai Rekonstruksi “Pembunuhan JDS”

DEGORONTALO – Polres Kota Gorontalo Selasa (20/1), menggelar proses rekonstruksi kasus pembunuhan Amirulah Gomba, warga Desa Bilangodaa, Kecamatan Pasingadan, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, yang tewas  saat  tengah berkendara di Jalan Pangeran Hidayat Kota Gorontalo, satu bulan yang lalu.

Proses rekonstruksi kasus ini sempat diwarnai tangis histeris dari istri korban. H pihak keluarga korban masih merasa tidak terima atas kejadian yang dilakukan oleh keempat pelaku terhadap korban.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP. Rony Yulianto, SH menjelaskan, proses rekonstruksi ini bertujuan untuk melengkapi berkas perkara penyidikan dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia yang terjadi dalam waktu tempo satu bulan yang lalu.

“Betul ada kesulitan dalam kasus ini (saksi sulit untuk mengenali para pelaku), tapi itu bukan merupakan kendala yang berat. Pihak kami tetap berupaya dan dibantu dengan masyarakat Kota Gorontalo yang peduli dengan kejadian kriminalitas. Peran masyarakat juga membantu para penyidik kami dalam mengungkap kasus ini,” ujar Rony.

Sebelumnya, pihak kepolisian Gorontalo Kota, berhasil menangkap empat pelaku pembunuhan Amirulah Gomba, masing-masing berinisial AP alias Uat, NP alias Open, AL alias Idal, dan AM alias Ali selaku eksekutor utama kasus tersebut.

Kapolres Gorontalo Kota juga menjelaskan, kasus pembunuhan ini sendiri bermula saat korban beserta tujuh orang temannya tengah berkendara melewati Jalan Pangeran Hidayat, Kota Gorontalo. Saat berkendara itulah, korban  yang menggunakan mobil dicegat oleh 4 pengendara motor yang dalam keadaan mabuk dan merasa tersinggung akibat korban yang menyalip kendaraan para pelaku.

Para pelaku yang tersinggung kemudian menyerempet kendaraan milik korban, dan sempat terjadi perkelahian antara pelaku dengan korban. Namun diluar dugaan, salah satu pelaku langsung menancapkan sebilah pisau dan tepat mengenai leher korban.

“Karena perbuatan para pelaku, maka mereka dikenai pasal 170 tentang kejahatan bersama-sama, pasal 338 tentang pembunuhan, dan pasal 351 ayat 3 yang menyebabkan kematian seseorang, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” tambah Rony.

 

 

Foto: Salah satu adegan saat pelaku sedang melukai korban (DeGorontalo/Geril Dwira)

GERIL DWIRA

One thought on “Tangis Histeris Warnai Rekonstruksi “Pembunuhan JDS”

Leave a Reply

14 + fifteen =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top