Titi datang dengan sesisir pisang, sajikan Ikan Santan Goroho untuk Presiden

Titi (berbaju kuning) bersama finalis dan juri lomba Masak Ikan Nusantara. (Dokumentasi pribadi Titi/Facebook)

DeGorontalo – Bagi Narti Buo, 26, memasak adalah bagian dari jiwanya. Sejak di bangku SD dia mulai belajar memasak sendiri. Titi, begitu dia dipanggil, belajar otodidak. Saat kuliah, dia memulai bisnis catering kecil-kecilan.

Begitu lulus, dia mencoba beberapa pekerjaan. Pernah jadi guru. Pernah juga kerja di sebuah dealer mobil. Tapi dapur seolah terus memanggilnya untuk  kembali. Sarjana sosiologi dari Universitas Negeri Gorontalo itu, memutuskan membuka rumah makan sederhana dengan menu ciptaaannya.

Kegemarannya memasak, mulanya dipandang sebelah mata oleh kedua orang tuanya.

Tapi anggapan itu kini seketika pudar, manakala dia berhasil menyisihkan ratusan peserta dari seluruh Indonesia yang ikut lomba Masak Ikan Nusantara.

BACA JUGA: 

Baru- baru ini, Titi menjadi sepuluh finalis lomba itu. Setelah kembali melewati seleksi, dia berhasil duduk di peringkat ketiga. Tiga penyaji terbaik ini akan menyajikan menu ikan nusantara kepada presiden RI, Joko Widodo dan tamu-tamu kenegaraan di Istana negara, 17 Agustus nanti.

Ketiganya, berdasarkan urutan peringkat yakni Abdul Kadir (Pontianak) dengan menu Botok Ikan Masak Putih, Ruben Jeremia (Jakarta) denga menu Gabus Pucung Sambel Pete dan Narti Buo alias Titi (Gorontalo) menunya, Ikan Santan Pisang Goroho.

“Ini adalah the best of the best dari yang terpilih. Mereka sudah memberikan yang terbaik dari daerah. Ini bukan lomba kecepatan, tapi memberikan sajian terbaik untuk dibawa ke hadapan Presiden Jokowi,” jelas Chef Vindex. ketua juri perlombaan, sebagaimana dikutip Liputan6.com (12/08/2017)
Sementara itu kepada DeGorontalo via wawancara telepon seluler, Titi menceritakan bagaimana menu itu dia ciptakan.

Menu ini dia ciptakan pada 2016 silam. Dia beri nama “Ponula (ikan) santan Goroho”. Santan kelapa, yang senantiasa lekat dengan makanan masyarakat Gorontalo, dia kombinasikan dengan Pisang Goroho, sejenis pisang khas bercita rasa gurih yang biasa tumbuh di Gorontalo dan Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.

Olahan santan dan pisang itu kemudian ditaburi atas ikan kerapu goreng berukuran setengah sampe satu kilogram.

“Pisang Goroho saya gunakan karena bisa menggantikan nasi, populer di kalangan anak muda Gorontalo dan juga sudah lama dikenal sebagai pencegah diabetes,” katanya.

Menu ini juga andalan di rumah makan “Titi” miliknya di Jalan Sultan Botutihe, Kota Gorontalo. Harga satu porsi Ikan santan Goroho berkisar 50-100 ribu rupiah, tergantung ukuran ikan kerapu segar yang bisa dipilih langsung oleh pembeli. Di rumah makan yang baru dirintisnya sejak empat bulan lalu itu, Titi menyediakan sedikitnya 40 menu. Didominasi makanan Gorontalo.

Adapun untuk menyajikan menu ini pada Presiden RI, Titi datang ke Jakarta dengan hanya bermodalkan sesisir pisang Goroho dari Gorontalo. Itu karena pisang itu tidak ada di Ibu kota. Sedangkan Ikan kerapu dan santan sudah disediakan oleh panitia.

Mendapatkan kesempatan emas ini, Titi mengaku bangga. Kegemarannya memasak tidak membuatnya terjebak di dapur. Tapi  mampu  mengantarkannya mengharumkan nama daerah.(*)

 

SYAM TERRAJANA

Syam Terrajana
Lahir dan tinggal di Gorontalo setelah berkelana di berbagai kota. Membagi waktunya untuk menulis, membaca,melukis dan bepergian. Sesekali menyanyi jika suara sedang bagus. Dapat dihubungi di syam.terrajana2@gmail.com.

Leave a Reply

9 + three =

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.

Top